Selasa, 12 April 2011

:: Kisah Sepotong Kue ::

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.
Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. 
Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan 

orang baik sudah kutonjok dia!“.

Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga
mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa
yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.
Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. 

Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih". Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget. 

Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!!
Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. 
Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu
terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu !

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. 

Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. Orang lainlah yang selalu salah

Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran Padahal 
Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain .

Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Semoga ada Hikmah...

:: Nyanyian Sahabat ::

Persahabatan adalah hidup
ia mengalir di darahku
bergetar di nadiku
berirama dengan tiap detak jantung


persahabatan adalah kokoh

setegar batu karang
seperti tembok cina
meski raga tumbang
ia akan selalu tegak dalam dada yang memendam langit



nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk

untuk kebahagiaan yang belum lama kau rasakan
dari luka yang panjang



nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap langkah yang kau jejakkan

pada jalan-jalan takdir yang menggurat di telapak kaki
untuk kebersamaan kita di detik terakhir
dan untuk semua kebisingan ini



persahabatan adalah nyanyian

ia mengaun dalam setiap desah nafasku

Senin, 11 April 2011

:: Syair Pemanggil Angin (Set-seset Maloko') ::

Set-seset maloko’
Iya tompe, iya bu’bu’
Tompena bagi ka mama’na
Bu’ bu’na bagi ka embu’na

Terjemahan:

capung-capung kecil 
ini kulit (dedak kasar/luar) jagung, ini dedak jagung 
kulit (dedak kasar) untuk sang bapak 
dedak jagung untuk sang ibu

Seset (Capung) adalah sejenis serangga yang banyak diketemukan pada pergantian musim hujan ke musim kemarau. Pada pergantian musim inilah Capung-capung mulai mengepakkan sayapnya, membelah angkasa. Nyanyian yang hanya terdiri dari empat bait ini biasanya dinyanyikan oleh seorang ibu sambil menggendong anaknya ketika sedang menyuapi makanan pada sang anak. 

Set-seset maloko’ biasanya juga dilantunkan oleh anak-anak ketika menjelang musim hujan, kalangan anak-anak memanfaatkan untuk bermain layang-layang. Bermain layang-layang juga dibutuhkan angin yang cukup untuk menggerakkan dan menerbangkan layang-layangnya. Nah, pada saat ketika angin belum juga bertiup, anak-anak melantunkan syair set-seset maloko’ dengan irama memanggil angin sampai angin datang.

Set-seset maloko’, adalah rangkaian kalimat yang sangat sederhana, namun apabila dikaji lebih jauh lagi maka setiap baris dalam kalimat tersebut mempunyai nilai filosofis yang sangat mendalam. Secara umum bait-bait ini memberikan nuansa umum tentang perbuatan baik dan menyenangkan kepada siapapun. Namun secara khusus, baris ketiga dan keempat memberi penekanan tentang keutamaan makhluk ciptaan-Nya, yaitu keutamaan seorang ibu.

Ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah nabi besar Muhammad SAW, siapakah orang pertama yang wajib dihormati dan diutamakan, Rasulullah menjawab ibu, pertanyaan tersebut dilontarkan sampai tiga kali, dan Rasulullah tetap menjawab ibu, baru keempat kali Rasulullah menjawab bapak. Ruh dari sabda nabi besar Muhammad SAW tersebut telah menjadi darah yang mengalir dalam setiap nadi dan menjadi kultur suku bangsa Madura yang menempatkan sosok ibu menduduki tempat yang sangat istimewa dan utama. Tidaklah mengherankan apabila penulis syair ini memberikan sesuatu yang sangat istimewa bagi sang ibu, “bu’bu’na bagi ka embu’na”.

Baris keempat, “bu’bu’na bagi ka embu’na”, kalimat ini sejalan dengan kebutuhan ibu dalam pemenuhan gizi.. Bu’ bu’ (dedak jagung ) adalah bahan makanan mengandung nutrisi gizi yang sangat tinggi. Mengapa bu’ bu’ (dedak jagung) ini diberikan kepada ibu ? Bukan kepada Bapak ? Mengapa sang bapak cuma di beri tompe (kulit luar/dedak kasar) ? Pertanyaan ini tentunya sesuai dengan kebutuhan ibu sebagai pendonor pertama kebutuhan nutrisi gizi bagi putra-putrinya.. Dedak jagung adalah bahan makanan yang halus dan enak, banyak mengandung gizi yang tentunya sangat berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama untuk ibu hamil dan menyusui. Mengapa bu’bu’, bukan makanan lain seperti beras ? Karena ketika penulis syair ini hidup pada masa itu, jagung merupakan makanan pokok suku Madura.

Namun esensi dari baris keempat pada puisi lisan tersebut, bahwa manusia Madura memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada sosok Ibu. Tentunya ini merupakan ruh dari kultur budaya Madura yang relegius.

Kamis, 07 April 2011

:: Wisata ke Madura? Kenapa Enggak! ::


Pantai Slopeng
Pantai Lombang

Pulau Madura tidak cuma ada sate atau carok. Sejumlah obyek wisata menarik juga ada di sana. Selama ini, keberadaan tempat-tempat itu jarang dilirik wisatawan.

Beda dulu beda sekarang. Setelah jembatan Suramadu membentang menghubungkan Madura dan Pulau Jawa objek wisata di sana mulai dilirik orang. Hanya saja, Madura membutuhkan investor untuk menata semua potensi pariwisata di pulau itu.

"Sejauh ini, ada tiga objek wisata yang bisa digarap oleh investor," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Djoni Irianto, di kantornya, Kamis (20/8).

Menurut dia, sejumlah objek wisata yang cukup potensial itu di antaranya Pantai Lombang di Sumenep dan peninggalan gedung bersejarah "herritage" masa kolonial Belanda di Kalianget. Ada pula gedung bekas perusahaan garam dan Makam Batu Ampar di Pamekasan. "Seluruhnya bisa dijadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal hingga mancanegara," ujarnya.

Ia merinci, estimasi besaran investasi yang diperlukan untuk Pantai Lombang senilai Rp 3,5 miliar. Alokasi modal miliaran rupiah itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastuktur.

"Sementara itu, objek wisata peninggalan gedung bersejarah masa penjajahan Belanda membutuhkan sekitar Rp 2 miliar. Rencananya, dana itu dialokasikan dengan memfasilitasi perjalanan wisata dari gedung bersejarah yang satu ke lainnya," katanya.

Untuk Makam Batu Ampar, sebut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan memperbaiki infrastruktur di sana, misalnya berupa penataan paving, renovasi toilet, tempat parkir, gasebo, dan pagar. Total investasinya diperkirakan mencapai Rp500 juta.

"Khusus Makam Batu Ampar, permodalan objek wisata itu diserahkan kepada pemerintah, sedangkan Pantai Lombang dan gedung bersejarah akan ditawarkan ke sejumlah investor," katanya.

Sebelum beberapa investor masuk ke Madura pasca operasional Jembatan Suramadu sepanjang 5.438 meter, ia menyarankan, agar sepanjang jalur antara Suramadu dan Sumenep bisa didirikan objek wisata kuliner yang lebih memadai, daripada kondisi warung makanan minuman saat ini.

"Keberadaan wisata kuliner, dapat dijadikan lokasi peristirahatan sementara bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan jauh, sembari mengonsumsi makanan dan minuman tertentu," katanya.

Meski investor belum datang, eksotisme pulau itu rasanya layak disambangi. Aneka budaya dan tradisi suku Madura adalah mutiara terpendam yang belum banyak dieksplorasi.

Rabu, 06 April 2011

:: Menghidupkan Kembali Gagasan Wisata Kota Tua Kalianget ::


Gagasan wisata kota tua Kalianget yang digagas dinas Pariwisata Sumenep tahun 2009 lalu memang menarik. Gagasan wisata ini menambah jumlah konsep wisata sebelumnya di Sumenep yaitu wisata ziarah, wisata sejarah dan wisata alam. Selama ini Sumenep memang kental dengan wisata ziarah seperti masjid Jami’, makam Asta Tinggi dan makam sejumlah wali di beberapa tempat di Kabupaten Sumenep. Wisata alam pantai Lombang dan Slopeng juga menambah eksotika wisata Sumenep. Lainnya adalah wisata sejarah berupa keraton dan museum Sumenep. Sayang, gagasan wisata kota tua Kalianget makin redup dan tidak bergairah di masyarakat.

Gagasan wisata kota tua menjadi kelengkapan sendiri terhadap wisata sejarah, ziarah dan alam yang selama ini sudah berjalan. Gagasan wisata kota tua, paling tidak menggambarkan betapa luas eksotika Sumenep kontemporer yang berasal dari warisan masa lalu. Gagasan wisata kota tua pada dasarnya merupakan upaya untuk mendayagunakan situs-situs kuno warisan Belanda yaitu kawasan pabrik garam dan sekitarnya serta pelabuhan lama Kalianget. Wisata kota tua Klaianget dari sisi pariwisata memiliki dua daya tawar sekaligus. Pertama, daya tawar kepada turis asing yang menggemari situs-situs kuno bernuansa nostalgia Kolonialisme. Selama ini, memang terdapat kelompok turis Belanda yang menyukai situs klasik warisan leluhurnya masa kolonial dulu seperti misalnya wisata lokomotif kuno Ambarawa yang masih eksis sampai saat ini. Wisata kota tua dapat ditawarkan pada turis kelompok ini. Adapun daya tawar kedua adalah bahwa kota tua dilewati rute wisata ziarah menuju Asta Sayyid Yusuf di pulau Poteran. Konsep wisata kota tua dapat dipadukan dengan konsep wisata ziarah.
Namun, kendala pertama gagasan wisata kota tua Kalianget adalah tidak terintegrasikannya komunitas- komunitas pendukung yang biasanya layak disebut sebagai penghuni kota tua seperti keturunan Arab dan Cina bahkan komunitas Madura sendiri dalam konsep wisata kota tua. Berbeda dengan komunitas Arab dan Cina di Surabaya, kedua komunitas eksotik ini tak begitu menonjol sisi pariwisatanya di Sumenep. Sulitnya integrasi komunitas Arab dan Cina ini bukan saja karena Pecinan dan kampung Arab terletak sepuluh kilometer dari Kalianget atau berada di pusat kota Sumenep, namun juga bahwa kedua komunitas ini cenderung tidak memiliki daya tarik sebagai komunitas wisata. Wilayah Pecinan dan kampung Arab secara substantif tak lagi memiliki eksotisme. Pecinan masa kini lebih mirip kompleks pertokoan yang terjepit dalam kepungan rumah penduduk di pusat kota tanpa tradisi khas Cina yang menonjol. Sementara kampung Arabpun juga lebih mirip perkampungan modern dengan tradisi dan kesenian biasa. Musik gambus, hadrah dan sebagainya sebenarnya adalah hal biasa yang bisa dijumpai dimana saja. Adapun komunitas Madura yang berdomisili di sekitar kawasan kota tua sendiri adalah komunitas Madura modern yang mungkin tak begitu apresiatif terhadap tradisinya. Selain deretan rumah kuno yang dapat ditemui disekitar kawasan kota tua, secara kultural komunitas Madura Kalianget adalah komunitas modern. Tradisi dan kesenian klasik memang ada namun wujud dan geraknya insidental semata.
Karenanya, Dinas Pariwisata dapat menciptakan sebuah perkampungan wisata di dalam kompleks kota tua agar daya tarik bangunan lama dalam kota tua seperti pabrik garam dan segala isinya lebih hidup dan tidak menggambarkan obyek kolonialisme semata. Berbagai kesenian dan tradisi Madura, Cina dan Arab dapat ditampilkan apalagi luas kawasan tersebut hampir 12 hektar. Pemerintah juga dapat mengfungsikan kembali kereta api kuno jenis lori untuk menambah eksotisme klasik yang ingin disampaikan. Letak pabrik garam warisan Belandapun juga menghadap selat Madura. Ini merupakan nilai tambah natural bagi kawasan kota tua. Letak yang hanya sekitar tiga ratus meter dari laut menjadikan keindahan pantai selat Madura merupakan keindahan tersendiri yang menambah bobot keindahan kota tua. Pemerintah dapat menggabungkan keindahan laut ini dengan mengelola kemudian mengkombinasikan secara signifikan guna menambah daya tarik wisata kota tua.
Pemerintahpun wajib merevitalisasi situs lama yang terserak antara kota Sumenep dengan kota Kalianget seperti Benteng Kalimo’ok. Ironis, benteng kuno buatan Belanda tahun 1795 tersebut justru terbengkalai dan sekarang menjadi rumah karantina hewan. Padahal, benteng tersebut merupakan saksi bisu perjalanan kolonialisme di Sumenep. Benteng Kalimo’ok seharusnya diintegrasikan kedalam kawasan kota tua mengingat umurnya yang lebih tua dari situs-situs di kawasan kota tua. Lokasinyapun terletak di tengah perjalanan antara kota Sumenep dengan kota Kalianget.
Konsep wisata kota tuapun akan lebih berdaya guna jika dikombinasikan dengan konsep wisata lainnya terutama wisata ziarah dan wisata sejarah. Apalagi, kuantitas wisatawan lokal lebih banyak daripada wisatawan mancanegara. Meskipun merupakan warisan Belanda, kawasan kota tua dalam waktu dekat masih akan sulit menjaring turis asing. Kombinasi dengan wisata ziarah-sejarah adalah paling tepat, karena paket wisata ziarah-sejarah yang sering dijalankan para wisatawan domestik biasanya dimulai dari makam Asta Tinggi, masjid Jami’, Keraton Sumenep, museum kemudian Asta Sayyid Yusuf di Pulau Poteran. Ketika menyeberang ke pulau Poteran, wisatawan pasti akan melewati dua situs kota tua yaitu pabrik garam dan pelabuhan lama Kalianget. Pemerintah dapat mengintegrasikan wisata kota tua dalam paket wisata ini.

Selasa, 15 Maret 2011

:: Sunni ::

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama'ah (Bahasa Arab: أهل السنة والجماعة) atau lebih sering disingkat Ahlul-Sunnah (bahasa Arab: أهل السنة) atau Sunni. Ahlussunnah adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur'an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan kaum Sunni, dan 10% menganut aliran Syi'ah.
Terminologi
Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang mengikuti sunnah dan berpegang teguh dengannya dalam seluruh perkara yang Rasulullah berada di atasnya dan juga para sahabatnya. Oleh karena itu Ahlus Sunnah yang sebenarnya adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai hari kiamat.
Sejarah

Fitnah di tubuh Islam

Kesalahpahaman dalam kepemimpinan pada saat wafatnya Rasulullah Muhammad

Ketika Rasulullah Muhammad SAW wafat, maka terjadilah kesalahpahaman antara golongan Muhajirin dan Anshar siapa yang selanjutnya menjadi pemimpin kaum muslimin. Para sahabat melihat hal ini akan mengakibatkan perselisihan antar kaum muslimin muhajirin dan anshor. Setelah masing-masing mengajukan delegasi untuk menentukkan siapa Khalifah pengganti Rasulullah. Akhirnya disepakati oleh kaum muslimin untuk mengangkat Abu Bakar sebagai Khalifah.

Fitnah masa khalifah ke-3

Pada masa kekhalifahan ke-3, Utsman bin Affan, terjadi fitnah yang cukup serius di tubuh Islam pada saat itu, yang mengakibatkan terbunuhnya Khalifah Utsman. Pembunuhnya ialah suatu rombongan delegasi yang didirikan oleh Abdullah bin Saba' dari Mesir yang hendak memberontak kepada Khalifah dan hendak membunuhnya. Abdullah bin Saba' berhasil membangun pemahaman yang sesat untuk mengadu domba umat Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Kemudian masyarakat banyak saat itu, terutama disponsori oleh para bekas pelaku pembunuhan terhadap Utsman, berhasil membunuh beliau dengan sadis ketika beliau sedang membaca Qur'an.

Fitnah masa khalifah ke-4

Segera setelah bai'at Khalifah Ali mengalami kesulitan bertubi-tubi. Orang-orang yang terpengaruh Abdullah bin Saba' terus menerus mengadu domba para sahabat. Usaha mereka berhasil. Para sahabat salah paham mengenai kasus hukum pembunuhan Utsman. Yang pertama berasal dari janda Rasulullah SAW, Aisyah, yang bersama dengan Thalhah dan Zubair berhasil diadu domba hingga terjadilah Perang Jamal atau Perang Unta. Dan kemudian oleh Muawiyah yang diangkat oleh Utsman sebagai Gubernur di Syam, mengakibatkan terjadinya Perang Shiffin. Melihat banyaknya korban dari kaum muslimin, maka pihak yang berselisih mengadakan ishlah atau perdamaian. Para pemberontak tidak senang dengan adanya perdamaian diantara kaum muslimin. Kemudian terjadi usaha pembangkangan oleh mereka yang pada awalnya berpura-pura / munafik. Merekalah Golongan Khawarij

Tahun Jama'ah

Kaum Khawarij ingin merebut kekhalifahan. Tapi terhalang oleh Ali dan Muawiyah, sehingga mereka merencanakan untuk membunuh keduanya. Ibnu Muljam dari Khawarij berhasil membunuh Khalifah Ali pada saat khalifah mengimami salat subuh di Kufah, tapi tidak terhadap Muawiyah karena dijaga ketat. Bahkan Muawiyah berhasil mengkonsolidasikan diri dan umat Islam, berkat kecakapan politik dan ketegaran kepemimpinannya. Karena belajar oleh berbagai pertumpahan darah, kaum muslim secara pragmatis dan realistis mendukung kekuasaan de facto Muawiyah. Maka tahun itu, tahun 41 Hijriyah, secara khusus disebut tahun persatuan ('am al-jama'ah).

Sunnah Madinah

Kaum muslimin mendalami agama berdasarkan Al-Qur'an, dan memperhatikan serta ingin mempertahankan sunnah Nabi di Madinah. Akhirnya ilmu hadits yang berkembang selama beberapa abad, sampai tuntasnya masalah pembukuan hadis sebagai wujud nyata Sunnah pada sekitar akhir abad ke-3 hijriyah. Saat itu, lengkap sudah kodifikasi hadis dan menghasilkan al-Kutub al-Sittah (Buku Yang Enam) yakni oleh al-Bukhari (w. 256 H), Muslim (w. 261 H), Ibnu Majah (w. 273 H), Abu Dawud (w. 275), al-Turmudzi (w. 279 H), dan al-Nasa'i (w. 303 H).

Perkembangannya kemudian

Ahlus-Sunnah pada masa kekuasaan Bani Umayyah masih dalam keadaan mencari bentuk, hal ini dapat dilihat dengan perkembangan empat mazhab yang ada di tubuh Sunni. Abu Hanifah, pendiri Mazhab Hanafi, hidup pada masa perkembangan awal kekuasaan Bani Abbasiyah.

Mazhab / aliran Fikih

Terdapat empat mazhab yang paling banyak diikuti oleh Muslim Sunni. Di dalam keyakinan sunni empat mazhab yang mereka miliki valid untuk diikuti. Perbedaan yang ada pada setiap mazhab tidak bersifat fundamental. Perbedaan mazhab bukan pada hal Aqidah (pokok keimanan) tapi lebih pada tata cara ibadah. Para Imam mengatakan bahwa mereka hanya ber-ijtihad dalam hal yang memang tida ada keterangan tegas dan jelas dalam Alquran atau untuk menentukan kapan suatu hadis bisa diamalkan dan bagaimana hubungannya dengan hadis-hadis lain dalam tema yang sama. Mengikuti hasil ijtihad tanpa mengetahui dasarnya adalah terlarang dalam hal akidah, tetapi dalam tata cara ibadah masih dibolehkan, karena rujukan kita adalah Rasulullah saw. dan beliau memang tidak pernah memerintahkan untuk beribadah dengan terlebih dahulu mencari dalil-dalilnya secara langsung, karena jika hal itu wajib bagi setiap muslim maka tidak cukup waktu sekaligus berarti agama itu tidak lagi bersifat mudah.

Hanafi

Didirikan oleh Imam Abu Hanifah, Mazhab Hanafi adalah yang paling dominan di dunia Islam (sekitar 45%), penganutnya banyak terdapat di Asia Selatan (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa), Mesir bagian Utara, separuh Irak, Syria, Libanon dan Palestina (campuran Syafi'i dan Hanafi), Kaukasia (Chechnya, Dagestan).[rujukan?]

Maliki

Didirikan oleh Imam Malik, diikuti oleh sekitar 20% muslim di seluruh dunia. Mazhab ini dominan di negara-negara Afrika Barat dan Utara.[rujukan?] Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan tatacara hidup penduduk madinah sebagai sumber hukum karena Nabi Muhammad hijrah, hidup dan meninggal di sana dan kadang-kadang kedudukannya dianggap lebih tinggi dari hadits.

Syafi'i

Dinisbatkan kepada Imam Syafi'i memiliki penganut sekitar 28% muslim di dunia. Pengikutnya tersebar di Turki, Irak, Syria, Iran, Mesir, Somalia, Yaman, Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Sri Lanka dan menjadi mazhab resmi negara Malaysia dan Brunei.[rujukan?]

Hambali

Dimulai oleh para murid Imam Ahmad bin Hambal. Mazhab ini diikuti oleh sekitar 5% muslim di dunia dan dominan di daerah semenanjung Arab. Mazhab ini merupakan mazhab yang saat ini dianut di Arab Saudi.[rujukan?]


sumber: http://id.wikipedia.org

Senin, 14 Maret 2011

:: Kue dari Tuhan ::

Saat aku tak PAHAM maksud Tuhan, aku memilih untuk PERCAYA
Saat aku TERTEKAN oleh kekecewaan, aku memilih untuk BERSYUKUR
Saat rencana hidupku BERANTAKAN, aku memilih untuk BERSERAH
Saat PUTUS ASA melingkupiku, aku memilih untuk TETAP MAJU
===

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam rapor, team favoritnya kalah, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja mom, I love your cake."
"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan.
"Yaiks," ujar anaknya.
"Bagaimana dengan telur mentah"
"You're kidding me, Mom."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda."
"Mom, semua itu menjijikkan"

Lalu Ibunya menjawab," Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."

Tuhan bekerja dengan cara yang sama.
===

Sahabat … seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan? Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancangan-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya..

Senin, 28 Februari 2011

:: Hakikat Insan Kamil ::

Manusia paripurna adalah manifestasi Tuhan di dunia yang memiliki kewajiban utama mengagungkan dan memuliakan Sang Pencipta, karena inilah ia diberikan ha-hak istimewa oleh Tuhan. Untuk menjadi manusia paripurna harus melampaui kedudukan kalian sebagai manusia ( an-nas ) terlebih dahulu, bukan hanya manusia berkesadaran hewan yang memangsa dan dimangsa. Jika sebagai seorang al mu’min ( beriman ) terlampaui maka kalian harus melampaui kedudukan manusia bertaqwa ( al muttaqin ) sampai seterusnya. Hidup adalah kehendak untuk membuktikan bahwa dirinya ada dan inilah yang mesti disadari oleh kita sebagai manusia, untuk menyadarinya ujilah dirimu ;
Pertama, sadarilah bahwa dirimu merupakan manusia yang terbuat dari tanah lempung yang disemayami ruh Ilahi. Kedua, sadarilah bahwa keberadaan manusia yang lain adalah sama dengan dirimu sehingga tidak usah merasa lebih tinggi atau rendah. Ketiga, sadarilah bahwa yang paling tinggi derajatnya diantara insan adalah mereka yang sudah mencapai pencerahan dengan menyaksikan Hakikat yang Ilahi yang tersembunyi didalam dirinya.
Pupuh 2 sebagai berikut :
Manusia hakiki (sejati ) adalah wujud hak, kemandirian dan kodrat
Berdiri dengan sendirinya, Sukma menjelma sebagai hamba
Hamba menjelma pada Sukma, nafas sirna menuju ketiadaan
Kehampaannya meliputi alam semesta
Sifat 20
1. Nafsiyah : Wujud – sifat yg berkaitan dengan Diri atau Dzat
2. Salbiyah : Qidam, Baqa, Mukhalafah, li al hawadits, Qiyamuhu bi nafsihi, wahdaniyah
3. Ma’ani : Qudrat, Iradat, Ilm, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam
4. Ma’nawiyah : Qadiran, Muridan, Aliman, Hayyan, Sami’an, Bashiran, Mutakalliman
Sifat Rasul
1. Shiddiq : jujur
2. Fathanah : cerdas, cermat dan seksama
3. Amanah : dapat dipercaya
4. Tablig : orang yang menyembunyikan yang bukan haknya dan menyampaikan pada yang berhak menerimanya
Fardhunya syahadat
1. Tashdiq : meneguhkan hati kepada Dzat Allah, mengetahui bahwa segala sesuatu adalah ciptaanNya, dan Nabi Muhammad adalah diutus oleh Dia untuk memberi keteladanan akhlak yang mulia
2. Ta’zhim : Dilakukan dengan mengagungkan asma Allah
3. Hurmat : adalah menhormati kesucian Tuhan dalam kehidupan ini
4. Hilawah : adalah menghiasi diri dengan sifat2 terpuji
Tapa sebagai perwujudan syariat :
1. Tapa Ngeli : menghanyutkan diri …berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan agar bisa hidup sesuai dengan kehendak Tuhan “ darma nglakoni “
2. Tapa Geniara : tidak boleh merasakan sakit hati, bila dibicarakan orang lain, untuk melatih kalem, teguh rahayu
3. Tapa Banyuara : harus mampu menyaring omongan dan tutur kata
4. Tapa Ngluwat : tidak boleh membanggakan kebaikan diri, tidak memamerkan kebajikan diri, dan sepi pamrih
Kitab Semesta
1. Loh mahfuzh ( papan tulis yg terjaga ): kitab yg memuat hukum yang menerangkan kejadian di alam semesta ini seperti heriditas ( pewarisan sifat ), kebangkitan, dan semua hukum material dan immaterial kosmos
2. Kitab Mubin : yang merekam fenomena alam yg ada secara actual seperti dalam surat Yunus 10:61
3. Imam mubin : adalah kitab arsip bagi apa yg telah dilakukan atau masih tersimpan dalam pikiran manusia, dan tersimpan petunjuk bagi kemajuan lahir dan batin manusia
Ihsan
Itulah yang disebut Sang Hyang Widhi olehnya
Dia berbuat baik dan mengabdi atas kehendakNya
Dihapuslah tekad lahiriahnya
Tingkah laku dan pendapat yang dilahirkan tiada berbeda
Berketetapan hati tuk berkiblat dan setia
Teguh dalam pendiriannya
Segala kotoran yang melekati dibersihkannya
Sampai ajal tak akanmenyembah budi dan cipta
Dirinya bersifat Muhammad yang mulia
Sifat rasul yang sejatinya
Sifat Muhammad yang kudus dan mulia
Tiada yang dijadikan pimpinan dalam hidup ini
Kecuali budi yang dipimpin Dzat Wajibul Maulana
Ihsan adalah wujud dari rukun iman dan islam, yaitu pengabdian kepada Allah sepenuh hati seolah2 kau melihatNya, dan meskipun engkau tidak melihatNya, Dia melihat engkau .
Hiasi dirimu dengan warna Ilahi
Hormati cinta dan tegakkan
Tabiat muslim penuh cinta kasih
Yang tak punya cinta jadi kafir
Segala gerak hidupnya tergantung pada Allah semata
Segala kehendaknya, iradah Ilahi
Mari tinggalkan kata
Cari hakikat ruhaninya
Tuangkan cahaya Ilahi atas gulita amalmu
Raja kita teramat miskin dari semua orang
Karena kemiskinan sang raja rakyat menderita
Dia perampok bukan seorang kalifah
Ketololannya menipu diri sendiri
Atas nama kerajaan disebarkan wabah petaka
Lapar seorang pengemis Cuma memusnahkan diri sendiri
Laparnya raja membinasakan negeri dan agama
Maka : Siapapun menhunus pedang tidak demi Tuhan
Pedang itu menusuk ke dadanya sendiri
Iqbal
Barang siapa yang mendatangi orang yang kaya dan bersikap tawaduk, merendahkan diri kepadanya karena hartanya, maka ia telah kehilangan duapertiga agamanya
Ali bin Abi thalib
Sifat Nafsiah adalah sifat yg berkaitan dengan “Diri” atau Dzat, yang mengatributkan pada adanya Tuhan, Tuhan wajib ada, pasti ada dan mustahil bila tidak ada
Sifat Salbiyah adalah sifat yang meniadakan sifat lawannya, artinya bila Tuhan yang disebut yang paling dahulu keberadaanya maka tidak ada lagi yang mendahuluinya dan ini disebut juga sebagai Jamal. Qidam mempunyai arti yang ada yang tidak didahului oleh keberadaan sebelumnya, Baqa’ mempunyai arti sebagai sifat yang tak pernah berakhir, Mukhalafah artinya berbeda dengan barang baru, iniah sifat unik, semua yang terindera disebut barang baru dan berbeda dengan ruh yang ditiupkan oleh Dia, sedangkan ruh sendiri mempunyai tingkatan yaitu; ruh khayali, aqli, fikri, kudus.
Ruh indrawi ( madariki )ada pada setiap makhluk hidup dan merupakan cikal bakal kehidupan dan menyebabkan ciptaan bisa hidup.
Ruh Khayali berfungsi untuk menyimpan kesan atau memori, disinilah seorang bayi bisa mengenali apa-apa yang terserap oleh inderanya walaupun untuk tahap memaknainya missal untuk memahami apa sebenarnya yang pahit dan manis itu.
Ruh Aqli merupakan ruh yang mampu memahami makna-makna diluar indera dan khayal, bisa memahami sesuatu yang abstrak dan merupakan essensi manusia yang tidak ditiupkan pada binatang. Ruh inilah yang dapat memahami sesuatu yang berupa tamsil, ibarat, perumpamaan dan metafora lainnya dan agama merupakan santapan bagi ruh ini.
Ruh Fikri adalah ruh yang mampu mengakomodasikan pengetahuan rasional murni, kemudian menggabungkan pengetahuan tersebut menjadi satu, dari penggabungan itu didapatlah kesimpulan sehingga dihasilaknlah pengetahuan baru yang berharga bagi manusia.
Ruh Kudus adalah ruh yang ditiupkan pada para nabi, wali, dan orang-orang suci dan dengan ruh ini seseorang dapat menyaksikan hal-hal gaib, hokum alam dan ini merupakan tambahan agar manusia dapat memperoleh petunjuk dalam hidupnya
Dan Syekh Siti Jenar merincinya sebagai berikut;
Diri manusia di bagi menjadi 3 lapisan, yaitu lapisan jasmani atau jasad, lapisan nafsani atau jiwa, dan lapisan ruhani atau sukma. Dan masing-masing instrument dapat menangkap kebenaran pada dimensinya.
Lapisan jasmani berfungsi untuk menerima semua kesan inderawi, dan tidak bisa memaknainya dan tidak bisa digunakan untuk memahami apa dibalik itu, dan kemampuannya terbatas pada umur tertentu, dan berhenti pada saat manusia mati dan tentu saja tidak dapat dipakai sebagai pedoman.
Lapisan Nafsani merupakan pembeda antara manusia dan binatang, dengan instrumennya ini manusia dapat memiliki kesadaran sebagai manusia, mampu berangan-angan dan berpikir, dengan berpikir manusia dapat memilah dan memilih, menimbang, mengetahui antara fakta dan realita dan ekspresi lainnya. Namun instrument ini yang namanya akal, budi dan pikiran dapat mengembara ke dunia imajiner atau khayali yang tidak berpijak pada kebenaran, maka dari itu ini harus disinari ruh alias sukma; “Sukma menjelma sebagai hamba, hamba menjelma pada sukma, nafas sirna menuju ketiadaan, badan kembali sebagai tanah “, dan ruh inilah yang disebut mursyid sebagai penunjuk jalan. Qiyamun bi Nafsihi artinya bangkit dengan Dzat pribadinya sendiri.
Manusia yang hakiki, adalah wujud hak, kemandirian dan kodrat
Berdiri dengan sendirinya
Adanya kehidupan ini karena pribadi
Ditetapkan oleh pribadi
Ditetapkan oleh kehendak nyata
Hidup tanpa sukma
Tiada merasakan sakit atau lelah
Suka dukapun musnah
Berdiri sendiri menurut karsanya
Hidup sesuai kehendaknya
Wahdaniyyah artinya satu, esa atau tunggal, inilah sifat keenam Tuhan yang merupakan sifat manusia sempurna, dualitas yang hilang pada sifat ini, dan ini merupakan alam ruhani yang terendah berada diatas nafsani yang diterangi gemerlapnya bintang dan kita dapat mendengarkan panggilan Tuhan semesta alam dan dialam ini senantiasa makhluk ruhani beraudensi dengan Tuhan dan setan ataupun makhluk yang berenergi negative lainnya tak akan sanggup mendengarkan pembicaraan dialam ini
Sifat Ma’ani adalah sifat yang mengandung sifat-sifat nafsiyah. Qudrat dan Iradat, Kodrat artinya kuasa dan ini dimiliki manusia dalam ssifat sederhana untuk memilih memilah, mengatur, membuat, dll, dan pencapaiannya juga berbeda2 tergantung pada kebiasaan melatih dirinya. Iradat artinya adalah sifat kehendak atau kemauan yang dimiliki manusia, dan antara kodrat dan iradat tidak dapat terpisahkan dan dengan ini manusia bisa berbuat apa saja yang dikehendaki, dan apabila tidak bisa memimpinnya maka akan menjadi perusak kehidupan, karena hanya berhenti di nafsani maka dibawah kekuasaan Ego, yang seharusnya di bawah kendali Ruh dariNya, itulah yang ada di ayat Kursi dan seperti tembang berikut ini ;
Kodrat adalah kuasa pribadi
Tiada yang mirip atau menyamai
Kuasanya tanpa peranti
Dari tanpa rupa menjadi warna warni
Lahir batin satu sebab sawiji
Iradat berarti
Karsa tanpa runding
Hidupberdiri sendiri
Menurut karsanya
Sesuai kehendakNya

Kamis, 10 Februari 2011

:: Madura ::

Suku Madura di Indonesia jumlahnya kira-kira ada 10 juta jiwa. Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Pulau Sapudi, Pulau Raas dan Kangean. Selain itu, orang Madura tinggal di sebelah timur Jawa Timur, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo jumlahnya paling banyak, dan jarang yang bisa berbahasa Jawa.
Bahasa yang dipergunakan oleh Suku Madura adalah bahasa Madura, bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Agama mereka sebagian besar adalah Islam dan sebuah minoritas kecil ada yang beragama Kristen.
Suku Madura juga banyak dijumpai di propinsi lain seperti Kalimantan, di Sampit dan Sambas. Orang Madura pada dasarnya adalah orang yang suka merantau karena keadaan wilayahnya yang tidak baik untuk bertani. Orang Madura senang berdagang dan dominan di pasar-pasar. Selain itu banyak yang bekerja menjadi nelayan, buruh, pengumpul besi tua dan barang-barang rongsokan lainnya.
Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang keras dan mudah tersinggung, tetapi mereka juga dikenal hemat, disiplin dan rajin bekerja. Selain itu orang Madura dikenal mempunyai tradisi Islam yang kuat, sekalipun kadang melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan Larung Sesaji).
Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa “Lebbi Bagus Pote Tollang, atembang Pote Mata”. Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Tradisi carok juga berasal dari sifat itu.
Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah Utara Jawa Timur. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km2 (lebih kecil daripada pulau Bali), dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa. Madura dibagi menjadi empat kabupaten:
Bangkalan
Sampang
Pamekasan
Sumenep
Pulau Madura termasuk propoinsi Jawa Timur dan memiliki nomor kendaraan bermotor sendiri: Pulau ini terkenal sebagai pemasok garam nasional bagi Indonesia. Pilihan bertambak garam bagi penduduk Madura disebabkan kurang begitu suburnya tanah pulau ini bagi pertanian. Karena alasan serupa, banyak orang Madura menjadi perantau ke daerah-daerah lain di Indonesia. Komunitas Madura yang besar dapat ditemukan di pulau Kalimantan selain di Jawa.
Bangkalan
Kabupaten Bangkalan, adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura. Ibukotanya adalah Bangkalan. Kabupaten ini terletak di ujung paling barat Pulau Madura; berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Sampang di timur, serta Selat Madura di selatan dan barat.
Pelabuhan Kamal merupakan pintu gerbang Madura dari Jawa, dimana terdapat layanan kapal ferry yang menghubungkan Madura dengan Surabaya (Pelabuhan Ujung). Dan juga Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), yang menjadi jembatan terpanjang di Indonesia. Bangkalan merupakan salah satu kawasan perkembangan Surabaya, serta tercakup dalam lingkup Gerbangkertosusila.
Sampang
Kabupaten Sampang, adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura. Ibukotanya adalah Sampang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Pamekasan di timur, Selat Madura di selatan, serta Kabupaten Bangkalan di barat. Masakan khas kota ini adalah kaldu.
Pamekasan
Kabupaten Pamekasan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura. Ibukotanya adalah Pamekasan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Madura di selatan, Kabupaten Sampang di barat, dan Kabupaten Sumenep di timur. Pusat pemerintahan di Kecamatan Pamekasan.
Sumenep
Sumenep (bahasa Madura: Songènèb) adalah sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura.Ibu kotanya ialah Kota Sumenep. Sumenep memiliki sebuah keraton keluarga kerajaan Madura, Cakraningrat. Kabupaten Sumenep selain terdiri wilayah daratan juga terdiri dari kepulauan yang berjumlah 126 pulau. Pulau yang paling utara adalah Pulau Karamian yang terletak di Kecamatan Masalembu dan pulau yang paling Timur adalah Pulau Sakala.